Dukung Anak Yatim Berdaya
Donasi Terkumpul
RP. 0
dari
RP. 5,000,000
0%
0
Dermawan
Sisa 648 hari
Kisah
Menempuh dan menamatkan pendidikan di bangku sekolah tentu menjadi impian banyak anak, namun sayangnya tidak semua anak bisa beruntung menamatkan sekolahnya. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) bahwa sebesar 76% anak putus sekolah karena faktor ekonomi keluarga. Di tengah-tengah keterbatasan ekonomi yang dialami oleh keluarga adik Ryan, adik Ryan tidak patah semangat untuk terus melanjutkan pendidikannya, walaupun pada saat ia berusia 8 tahun telah ditinggal wafat oleh ayahnya dan keadaan ekonomi keluarganya jauh dari kata ’cukup’.
Kini usia adik Ryan sudah menginjak 10 tahun dan menempuh pendidikan kelas 5 Sekolah Dasar (SD). Dengan keterbatasan ekonomi yang dialami oleh keluarga adik Ryan, setiap sekolah adik Ryan tidak pernah jajan seperti teman-teman sebayanya. Melihat teman-temannya jajan di waktu istirahat, ia hanya dapat menelan air liur sambil memendam keinginannya untuk jajan seperti teman-temannya.
Jika sedang ada rezeki lebih, terkadang ibu memberikan uang saku senilai Rp2,000 untuk jajan adik Ryan. Namun dengan uang yang diperolehnya tidak serta merta ia habiskan untuk jajan, melainkan uang itu ia tabung untuk membeli kebutuhan sekolah, salah satunya seperti alat tulis. Ia sadar jika prioritasnya saat ini adalah belajar dengan bersungguh-sungguh agar kelak dapat meraih cita-cita, sehingga bisa membahagiakan adik, ibu, dan kakaknya yang selama ini membiayai kebutuhan keluarga dengan bekerja di toko emas.
Ketika libur sekolah tiba, kegiatan keseharian adik Ryan juga tidak seperti teman-temannya yang dapat bercanda gurau atau bermain bersama di usianya yang terbilang masih anak-anak. Namun ia mengisi waktunya dengan mencari kayu bakar yang akan digunakan ibunya untuk memasak, setelah itu dilanjut dengan menjaga adik agar sang ibu dapat menyelesaikan pekerjaan dapur. Dan ketika maghrib tiba, ia habiskan waktu dengan mengaji sampai pukul 19.00 WIB.
Bukan hanya menyeimbangkan kegiatan sekolah dan membantu ibunya saja, adik Ryan juga tidak meninggalkan kegiatan keagamaanya dengan mengaji. Semangatnya yang menggebu dan pantang menyerah sudah ia tanamkan sejak dini, walaupun tidak ada sosok ayah di sisinya serta kondisinya tidak seperti anak-anak lain yang terpenuhi kebutuhan sekolah maupun hariannya.
Semangat yang dimiliki adik Ryan patut untuk didukung, salah satunya dengan membantu memenuhi kebutuhan pendidikannya, mulai dari bantuan alat tulis, buku, tas, sepatu, beasiswa pendidikan, hingga kebutuhan lainnya. ASAR Humanity menjemput kamu menjadi salah satu #PahlawanKebaikan bagi adik Ryan maupun adik-adik lainnya untuk mencapai cita-cita mereka dengan melakukan donasi terbaik pada laman campaign ini dengan cara:
1. Klik ‘sedekah sekarang’
2. Pilih nominal donasi terbaik kamu
3. Masukan data dan selesai
Tak hanya berdonasi, sebagai #PahlawanKebaikan kamu juga bisa berpartisipasi dengan turut membantu membagikan halaman galang dana ini di sosial media milikmu, agar semakin banyak saudara kita yang membantu dan berdonasi untuk peningkatan pendidikan anak-anak yang kurang beruntung.
Update
Belum ada update
Nama Donatur
Tidak ada donasi