Bantu Buruh Gendong Lansia Hidup Lebih Baik
Di tengah hiruk pikuk Pasar Beringharjo yang tak pernah sepi, tersembunyi kisah pilu tentang ketangguhan para perempuan tua yang menjadi buruh gendong.
Sekitar 190 wanita yang sebagian besar lansia, masih harus mengangkat beban berat di pundak demi menghidupi diri sendiri dan keluarga. Di usia yang seharusnya dihabiskan untuk beristirahat, mereka justru masih bergelut dengan kerasnya hidup.
Bayangkan banyak dari para simbah ini telah menjadi buruh gendong selama puluhan tahun, bahkan ada yang lebih dari 50 tahun. Sekali angkat, beban yang mereka pikul bisa mencapai 25 kilogram.
Mayoritas berasal dari Kulonprogo, menempuh perjalanan jauh ke pasar dengan ongkos bus Rp20.000 pulang-pergi. Sayangnya pendapatan mereka tak menentu, kadang hanya Rp20.000 - Rp40.000 per hari. Bahkan tak jarang mereka pulang dengan tangan hampa.
Karena keterbatasan ekonomi, sebagian simbah terpaksa tidur di lantai pasar tanpa alas yang layak. Mereka harus menahan dinginnya malam dan guyuran hujan.
Mereka harus terjaga dini hari menanti truk sayur yang datang pukul dua pagi, berharap mendapat sedikit tambahan penghasilan.
Ini bukan cerita masa lalu. Ini kenyataan hari ini. Mereka adalah potret nyata bagaimana ketidakadilan dan kerasnya roda kehidupan masih begitu dekat di sekitar kita.
Mari ulurkan tangan untuk para simbah. Bantuanmu bisa menjadi pengganti alas tidur yang lebih layak, makanan hangat, dan sedikit ketenangan di usia senja. Insya Allah, Asar Humanity akan menyalurkan bantuan rutin untuk mereka.
Jangan biarkan mereka terus terlunta-lunta di tengah keramaian yang tak pernah benar-benar melihat keberadaan mereka.